Pages

Labels

Senin, 20 April 2015

Bank Air Kami

Pada awalnya BAK dulu merupakan sumber air yang dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai tempat pemandian umum dan tempat mencuci pakaian, sumber air itu diberi nama “Belik Ayu” yang digunakan untuk pemandian wanita dan “Pancuran Bagus” untuk pemandian laki-laki.
Dalam perkembangannya pada tahun 2011 ada penelitian tentang kualitas air, waktu itu ada 12 sumber air sebagai samplenya dan hasilnya “Belik Ayu” lah yang dipilih dan terbukti airnya paling bagus kualitasnya.
Pada  tahun 2012 Bapak Iliya Fadjar Mahardika/Ketua  Program Studi Arsitektur  Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta melakukan penelitian sumber air tersebut dan merencanakan pembangunan sumber air minum yang siap pakai yang bekerja sama dengan Mr. Marc Bohlen dari Universitas Buffalo Amerika Serikat sebagai penyandang dana, juga Puskesmas Gondokusuman II sebagai mitra kerja. Sumber air minum siap pakai diberi nama “ Bank Air Kami”
Kemudian pada tanggal 24 November 2014 “Bank Air Kami” diresmikan oleh Dinas Kesehatan ibu Vita Yulia mewakili Walikota. Hadir dalam acara ini Bapak Iliya Fadjar Mahardika ( Arsitektur), Mr. Marc Bohlen (Universitas Buffalo AS), Bapak Jalaludin, S.Sos, MSi , Camat Gondokusumandan, Bapak Anif Luhur Kurniawan, SIP, Lurah Terban, Bapak Drs. H. Mas Ulun Fadis sebagai pemangku wilayah serta warga masyarakat RW 01 Terban Yogyakarta.

Social Budaya
-          Kerjasama yang baik antar masyarakat, pengelola dan puskesmas saling berkomunikasi
-          Tersedianya tempat “ Bank Air Kami” yang bersih, sehat, aman dan nyaman meskipun sederhana tetapi terpelihara dengan baik.
-          Mendapat dukungan dari masyarakat dan kelurahan serta kecamatan.

-          Dapat membantu/donasi untuk kegiatan wilayah (Posyandu, Lansia, PAUD)

Manfaat Bank Sampah

  •  Aspek lingkungan, yaitu membantu Pemerintah Kota dalam mengurangi volume sampah dan merubah cara pandang serta perilaku masyarakat terhadap sampah, minimal masyarakat tidak membuang sampah disembarang tempat sehingga mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
  •  Aspek Sosial, yaitu memunculkan rasa kepedulian dan kegotong-royongan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
  •  Aspek Pendidikan, yaitu pendidikan lingkungan pertama pada pengelolaan sampah oleh masyarakat dan siswa-siswa sekolah terutama pada bahaya dari sampah yang tidak terolah dan manfaat sampah dari pengelolaan sampah rumah tangga.
  • Aspek Pemberdayaan, yaitu pemberdayaan di semua unsur ditingkat keluarga (Bapak/Ibu, anak-anak) sampai di tingkat lingkungan RT/RW dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
  • Aspek Ekonomi Kerakyatan, yaitu pemberdayaan pada sistem menambung sampah dan menambah lapangan kerja baru dan pendapatan akibat dari pengelolaan sampah rumah tangga dan terdapat kemitraan mesin pencacah plastik.

Tujuan Bank Sampah

1. Merubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dimana selama ini sampah dianggap sisa dari sebuah proses yang tidak mempunyai nilai akan tetapi apabila sampah dikelola dengan benar (dipilah) maka sampah akan mempunyai nilai ekonomis. 2. Menghimpun (membeli) dan mengelola sampah langsung dari sumbernya sehingga secara langsung ikut membantu pemerintah dalam rangka mengurangi dan mengendalikan sampah yang masuk ke TPA dan ikut mewujudkan kota yang bersih, sejuk, sehat dan berwawasan lingkungan.

Apa Itu Bank Sampah ?

Bank Sampah adalah Suatu kegiatan untuk mentransaksikan sampah kering yang sudah dinilai dengan uang, dengan sistem menabung dan meminjamkan uang berdasarkan potensi sampah yang ditabung. Selain itu dampak dari kegiatan bank sampah juga pada pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle).